PERUBAHAN

Ada hal-hal baru disetiap perubahan, meskipun itu hal yang kecil.

Menulis banyak hal tentang pekerjaan kantor bukanlah sesuatu yang sulit, apalagi saya adalah sebagai seorang pelayan masyarakat, hanya saja apakah ini layak untuk dituliskan dalam sebuah blog?

Nah berbicara tentang perubahan, saya langsung teringat quote seorang ilmuan, tadinya saya ragu itu benar atau tidak, katanya, “Persoalan terbesar manusia bukanlah bagaimana mengadopsi hal-hal baru, tetapi bagaimana meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama”. Setelah melalui beberapa tantangan, rupanya itu benar. Memang sulit untuk menghilangkan kebiasaan lama.

rintangan

Pengisian KRS online… meskipun di mana-mana sudah serba online, tapi ini hal yang baru di kantor saya. Tujuannya amat sederhana, yakni memudahkan Mahasiswa melakukan belanja mata kuliah, yang membayar iuran SPP, yang selayaknya diperlakukan sebagai Raja. Sebab, tanpa Mahasiswa, tempat saya bekerja sudah pasti ditutup. Kami ingin memanjakan Mahasiswa dengan layanan yang paripurna, sebaik mungkin, se-prima mungkin.

Parahnya, beberapa kalangan dosen masih sulit untuk menerimanya sebagai perubahan yang positif, padahal hal ini sudah disosialisasikan lebih awal sebelum aplikasinya dibangun, harganya mahal kalau menurut saya, meskipun beberapa sistem informasi perguruan tinggi lain masih ada yang lebih mahal tentunya. Bukannya sulit untuk menerima penolakan, tetapi kenapa baru sekarang! #ah, curcol kemana-mana deh jadinya

Untungnya Sang Big Boss termasuk seorang yang sadar IT, mindsetnya juga selalu mengarah pada perbaikan layanan dengan menerapkan teknologi informasi. Katanya, “Oke, tidak ada perubahan pada fungsi Penasihat Akademik, kalau dulu verifikasi KRS melalui tanda tangan, sekarang kita perkenalkan verifikasi melalui, “klik”, lebih simple”

Alhamdulillah… mari menuju perubahan…

TARGET

Berbeda dengan yang lalu, kali ini saya memilih yang gesit dan lincah ketimbang yang montok (soal montok baca di sini). Honda Brio…

Mobil murah, begitulah. Harga, ukuran, dan kapasistasnya yang minimalis, cocok untuk keluarga minimalis dengan penghasilan minimalis 😀 Meskipun mobil ini tergolong mobil Low Cost Green Car (LCGC), dikenal sangat irit bahan bakar karena hanya memiliki mesin dengan kapasitas 1200 cc, tapi jangan salah, di kelasnya, mobil ini dianggap powerfull. Saya sudah pernah mencobanya, kencang waktu masuk tol, handling dan kaki-kakinya mantap…tap…tap…

Berikut spesifikasi utama yang saya temukan di internet tentang mobil produk Honda yang menjadi incaran saya.

brio

 

  • Mesin 1.2 L i-VTEC (pastinya irit)
  • Transmisi : Manual / Automatic (prefer ke manual)
  • Sistem kemudi : Rack & Pinion with Electric Powersteering (ini yang bikin handling mantap)
  • Suspensi : MacPherson Strut & H-Shape Torsion Beam (ini yang bikin empuk)
  • Sistem Rem : ABS +EBD (tdk bikin kaget kalau ngerem mendadak)
  • Fitur keselamatan : Side Impact Beam, Pedestrian Protection & Dual SRS Airbag (safe kan?)
  • Warna : Alabaster Silver Metalic, Rallye Red, Crystal Black Pearl (incaran saya ini…), Taffeta White, Polished Metal Metallic dan Sunset Orange II

Nah… begitulah sekilas tentang mobil idaman saya… Mudah-mudahan beberapa minggu yang akan datang sudah bisa parkir di rumah 😀

SELAMAT TINGGAL SITI SAYANG

Sungguh, dia begitu “montok”, meskipun beberapa orang melihat bodinya “aneh”, tapi saya menganggapnya “eksklusif”….

Honda New City i-DSI A/T 1.5

Barangkali mobil ini merupakan salah satu mobil Automatic Transmission yang bisa dibilang sangat hemat. Uniknya, Anda akan menemukan 8 busi pada mesin 4 silinder yang memiliki kapasitas 1.497. Menurut berbagai website yang ada, hal inilah yang membuat New City versi i-DSI ini sangat irit dalam mengkonsumsi bahan bakar. Meskipun tarikan awalnya lambat jika dibandingkan versi V-Tec, namun tenaganya sama pada saat pendakian maupun kecepatan tinggi.

IMG_0351

Transmisinya sebenarnya bukan Automatic, tetapi berjenis Triptonic dengan 7 Speed Automatic with Steermatic Mode & Continuosly Variable Tramsmission (CVT). Transmisinya begitu mulus, ada yang mengklaim mirip transmisi mobil F1, saya suka! Penggunanya bahkan tidak merasakan hentakan pada saat mobil ini memindahkan gear secara otomatis, meskipun demikian transmisinya tergolong rewel dan pemiliknya harus rajin ganti oli transmisi, karena jika tidak, pemiliknya akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perbaikannya.

Pada sistem kemudi mobil ini juga dibekali Rack & Pinion with Electric Power Steering (EPS) yang masih banyak digunakan oleh mobil generasi terbaru, lembut dan ringan untuk dibanting waktu kendaraan berhenti atau melaju dengan lambat, tetapi akan terasa berat saat mobil melaju dengan kencang. Ini untuk safe sebenarnya, bisa dibayangkan jika sedang dalam kecepatan tinggi lalu kita membanting stir!

Itu masa lalu. Mobil kesayangan ini sudah terjual dan laku… Saya baru menggunakannya setahun, tapi usianya sudah mencapai 12 tahun pada Agustus 2015 yang lalu. Terima kasih kepada Mr. Nice Guy yang sudah menghargai mobil ini cukup tinggi.

Selamat tinggal City sayang…

TESIS

tesis

Salah satu atasan di kantor saya pernah berkata “Tesis yang paling baik, adalah tesis yang selesai”.

Sudah memasuki tahun ke-3, saya di Pascasarjana Unhas. Tapi belum selesai juga. Jangankan judul, ide tentang apa yang ingin ditulis pun belum ada. Sulitnya membagi waktu antara kerjaan, keluarga dan kuliah menjadi salah satu faktor penghambat #alasan. Eh, bukannya kebanyakan orang lain juga begitu 😀

Okey, stop blogging.

#mikirgagasanriset