Luar Biasa vs Biasa-Biasa

Luar Biasa vs Biasa-Biasa

Ramai pembicaraan mengenai Gerhana Matahari Total, di berbagai berita saya lihat banyak disingkat menjadi GMT. Meskipun di Makassar gerhana ini tidak total, namun tetap saja mencengangkan, Makassar sempat gelap layakanya menjelang magrib setelah terik yang luar biasa dan berlangsung cukup lama.

gerhana matahari

Menurut saya, ada beberapa alasan mengapa fenomena ini bisa menjadi “luar biasa”, tapi ada beberapa alasan juga mengapa fenomena ini menjadi “biasa-biasa” saja.

Luar biasa karena;

  1. GMT jarang terjadi. Konon, kata tetangga yang lebih tua dari pada saya, GMT terjadi pada tahun 1983, waktu itu total, sampai ayam pun berkokok waktu itu. 1983 adalah tahun kelahiran saya, jelas bahwa saya tidak sempat menikmati fenomena ini. Bagi saya, mungkin ini hanya sekali seumur hidup.
  2. Mengubah suasana pagi/siang/sore menjadi seolah-olah malam hari. Bahkan sampai ada istilah “Selamat Pagi, Malam!”
  3. Untuk orang awam, upaya untuk melihat matahari hampir tidak pernah, kecuali saat gerhana matahari. Ada yang pakai kaca mata khusus, pakai kaca mata las, pakai kaca nako gelap, pakai lubang jarum, bahkan ada yang mau melihat pakai “baskom” (bukan pantulan melalui air ya), rupanya berhasil.
  4. Seluruh dunia menyaksikan. Siapa yang tidak tertarik momen langka. Palembang, Balikpapan, Palu, dan Ternate tiba-tiba dipenuhi turis lokal maupun mancanegara.

Biasa-biasa saja karena;

  1. Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang memiliki siklus tertentu. Matahari, Bulan dan Bumi semuanya bergerak melalui jalurnya masing-masing, tentu pada saat tertentu mereka akan berada pada suatu garis lurus. Tidak bisa dihindari.
  2. Gerhana matahari tidak berdampak apapun terhadap kondisi bumi. Kejadian ini sebenarnya biasa-biasa saja. Manusialah yang luar biasa! Manusia yang menghadirkan mitos. Manusia yang membuat gempar melalui media, berkumpul untuk melihat gerhana matahari, membuat event dan sebagainya dalam rangka gerhana matahari.

Namun, seperti fenomena alam lainnya, ini untuk menunjukkan kebesaran Ilahi kepada manusia, bahwa semua adalah ciptaan yang rute dan usianya sudah diatur oleh-Nya, bahwa semesta ini terbentang luas, dan manusia adalah bagian kecil dari ciptaan-Nya.

3 Replies to “Luar Biasa vs Biasa-Biasa”

  1. Akur sekali.. Fenomena alam yang terjadi dari waktu ke waktu.
    Seperti ‘tahun baru’—luar biasa sambutannya, meski notabene terjadi ‘setiap hari’ 🙂
    Bukti kebesaran semesta dan keagungan pencipta-Nya.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Briziki… iya benar, manusia selalu membuat perkara biasa-biasa menjadi luar biasa dengan pelbagai tambahan yang kadang kalanya tidak masuk akal. Kekaguman dengan ciptaan Allah yang luarbiasa seharusnya menjadikan kita sedar nahawa diri kita sangat lemah dan tidak berdaya. Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.