What I Talk About When I Talk About Running (Murakami)

What I Talk About When I Talk About Running (Murakami)

Haruki Murakami, sebelumnya saya tidak begitu tahu siapa dia, sampai selesai membaca Norwegian Wood. Setelah gugling saya menemukan Murakami telah meraih berbagai penghargaan dalam karirnya sebagai penulis. Oke, kali ini saya mau berbagi tentang bukunya yang lain. What I talk about when I talk about running.

Berbeda dengan karyanya yang lain, “What I Talk About When I Talk About Running” terasa lebih nyata. Lebih banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya sebelum menjadi penulis dan kegemarannya akan berlari. Dari buku ini, saya merasa lebih mengenal Murakami lebih dekat.

Murakami menyisipkan nilai-nilai filsafat melalui buku ini. Dia bercerita tentang dirinya yang manusia biasa, pernah berwirausaha, dia senang menyendiri, pada saat tertentu dihinggap rasa ragu. Tapi secara umum, bukunya ini lebih banyak bercerita tentang hubungan antara kegemarannya akan berlari dan karirnya sebagai penulis. Semuanya berkaitan dan mengalir seperti kehidupan lainnya.

Saya tidak menganggap buku ini sebagai sebuah novel, juga bukan karya fiksi. Di buku ini dia menulis dan menunjukkan sikapnya yang rendah diri, dan menceritakan kehidupannya dengan jujur (setidak-tidaknya menurut saya). Bahkan pada bab tertentu dia menganggap dirinya minim kecerdasan (meskipun kalau kita mencari tentang dirinya di internet dia memiliki banyak penggemar dan diganjar banyak penghargaan). Menurut saya, sepertinya buku ini lebih cocok ke kelompok pengembangan diri.

Murakami memperkenalkan dirinya seperti orang biasa seperti halnya dengan kita. Kalimatnya sederhana dan mudah kita mengerti (tentu saya juga harus berterima kasih pada yang menerjemahkan buku ini dengan baik), namun di buku ini dia tidak kehilangan jati dirinya. Penulis, yang pandai bercerita.

Yang tertarik silahkan hunting sendiri ya 🙂

2 Replies to “What I Talk About When I Talk About Running (Murakami)”

  1. Menulis tentang sejarah diri sendiri lebih bererti dan membawa kepada kedalaman maksud yang tersirat berbanding orang lain yang menulisnya. Kerana itu, setiap yang ditulis dengan hati dan jiwa sendiri pasti meresap ke jiwa orang yang membacanya kerana kita bisa menulis lebih baik dan menjiwainya. Saya juga baru tahu siapa Mr. Haruki Murakami,

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb. Briziki

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
    Laailaaha illahu wa Allahu Akbar
    Allahu Akbar walillaahil hamd.

    Selamat Menyambut Aidil Adha 1437 Hijriyyah. Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    Salam Aidil Adha, maaf zahir dan bathin dari Sarikei, Sarawak.

Leave a Reply