Disco Lazy Time

Tadi sore whatsapp’an sama bos (berikut isinya yang mudah-mudahan ejaannya telah disempurnakan sesuai kaidah dan aturan berbahasa Indonesia yang baik dan benar karena sebenarnya saya dan bosku menggunakan bahasa lokal yang kemungkinan besar bapak ibu dan saudara-saudari kurang mengerti kalau saya tuliskan dengan bahasa yang kami gunakan) #kusut 😀 Kurang lebih begini percakapan kami.

Saya : Selamat sore Bu. Apa saya bisa mengajukan cuti tahunan selama 6 hari kerja? Terhitung mulai tanggal 13 sampai 20 Desember 2016.

Boss : Bisa saja Pak, yang penting semua yang terkait kegiatan akhir tahun termasuk lelang sudah dituntaskan.

Saya : Saya tidak masuk dalam kepanitiaan lelang akhir tahun ini, Bu. Untuk kegiatan akhir tahun lainnya saya siap dipanggil untuk masuk kantor jika diperlukan, karena cuti kali ini saya tidak keluar kota.

Boss : Oke sip.

Saya : Terima kasih banyak Bu. #iconhormattakzim

Tentunya hasil percakapan di atas akan ditindaklanjuti dengan pengajuan formulir cuti yang akan beliau tanda tangani. Oh ya, kenapa cuti tahun ini saya tidak keluar kota dan kenapa hanya 6 hari kerja padahal kuota cuti saya semuanya 14 hari kerja termasuk sisa cuti tahun lalu, akan saya tuntaskan di postingan berikutnya. Okey, disco lazy time…

Nb: Image diunduh dari brilio.net

Aksi 412 yang Latah

Setelah aksi 212 yang damai nan sukses, sekarang ada pula aksi 412 yang latah. Anehnya, beredar kabar bahwa aksi ini mewajibkan pegawai negeri sipil dari berbagai instansi untuk turun ke jalan. Eh, bukankah itu bentuk pelanggaran?

Rasanya lucu melihat aksi ikut-ikutan dari para tomas (baca: tokoh masyarakat dan para anggota parpol) yang mengusung tema “Kita Indonesia” itu. Kelihatannya lebih mirip ibu-ibu yang doyan mengulang gosip bersama penjual sayur.

“Musuh bangsa bukan kelompok atau golongan, tetapi kebodohan dan kemiskinan”. Ah, orasi yang klasik! Orasi tidak melunturkan dosa-dosa terhadap saudara-saudara kita yang masih kekurangan akses atas pendidikan dan sumber daya. Lalu selanjutnya apa Bapak Ibu sekalian? Bukankah sampah masih berserakan setelah aksi bubar?

Saya langsung teringat lagunya Slank – “Prakiraan Cuaca” yang ngerock habis itu. Yang kedua ini, pasti ditunggangi…

Nb: Foto diunduh dari google