Umar – Peracik Kopi

Dimulai sejak beroperasi di atas got (baca:parit), sampai Warkop Mappanyukki semakin besar dan pindah berjualan di rumah toko guna menampung lebih banyak pelanggan. Dalam perjalanan sukses warkop tersebut, ada sumber daya kunci di situ – Umar – sang peracik kopi. Dia termasuk orang yang sabar, suka tersenyum pada pelanggan, dan rajin sembahyang. Kalau azan sudah berkumandang, dia beranjak ke masjid samping Bank Sulselbar.

Continue reading Umar – Peracik Kopi