Catatan Harian Adam dan Hawa

Bahkan di surga sekali pun, Tuhan tidak ingin hambanya sendiri. Itulah mengapa Hawa diciptakan.

Tadinya saya pikir, seandainya saya diciptakan sebagai manusia pertama (sebagai Adam), lalu tiba-tiba datang seorang Hawa, saya akan girang bukan main. Kemudian bilang “Ini nih teman hidup gue…” Haha…

Jelas buku ini tidak mengisahkannya seperti itu, buku ini membuat saya sadar, kalau seandainya saya adalah Adam, maka tentu saya lebih tua dari bahasa, dan jauh lebih tua dari budaya. Lalu bagaimana saya memulai berinteraksi dan berkomunikasi dengan Hawa, jika buah apel pun belum memiliki nama?


Tiba-tiba saja buku ini menjadi menarik, sejarah tentang Nabi Adam dan Hawa sangat minim bahkan di dalam Al-Quran. Ya, saya sendiri bukan ahli kitab, tapi kita bisa search dengan mudah di Quran digital. Sekitar 17 kali Nabi Adam disebutkan dalam kisah-kisah penting yang memiliki hikmah di belakangnya.

Oke, kembali ke buku “Catatan Harian Adam dan Hawa”.


Rada kocaklah di bagian awalnya, terlebih di waktu pertemuan pertama mereka. Menurut saya, cukup mewakili antara laki-laki dan perempuan. Kadang malu-malu di atas pohon, lalu kadang bergantian mengikuti secara terbuka karena penasaran. Saling bertanya-tanya, “Siapakah dia…” #eng…ing…eng…

Nah itu bagian kocaknya, bagian lainnya buku ini tidak semata-mata tentang Adam dan Hawa yang berumur panjang, tetapi juga tentang perubahan-perubahan, dan bagaimana populasi dunia meningkat dengan cepatnya lalu menimbulkan peperangan.

Bagi saya imajinasi-imajinasi Mark Twain (penulis) sungguh menarik, diceritakan dengan pendekatan yang masuk akal. Jika Anda adalah pembaca yang yakin pada Al-Quran, mungkin Anda juga akan menganggap buku ini memuat cerita fiksi dari tokoh yang nyata. Tetapi terlepas dari fiksi atau bukan, “i gave 5 stars for this book”.

One thought on “Catatan Harian Adam dan Hawa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code