Catatan Harian Adam dan Hawa

Bahkan di surga sekali pun, Tuhan tidak ingin hambanya sendiri. Itulah mengapa Hawa diciptakan.

Tadinya saya pikir, seandainya saya diciptakan sebagai manusia pertama (sebagai Adam), lalu tiba-tiba datang seorang Hawa, saya akan girang bukan main. Kemudian bilang “Ini nih teman hidup gue…” Haha…

Continue reading Catatan Harian Adam dan Hawa

Imagining The Future

Begitu mendapat link eventbrite dari Yayasan BaKTI, saya langsung register 1 seat, masih tersisa banyak sih waktu itu, tapi mau ngajak siapa? Ga tahu, jadi saya memutuskan untuk pergi sendiri saja.

Sabtu kemarin berangkatlah diriku ini menuju Gedung Kesenian yang ada di dekat Kantor RRI. Saya sudah berkali-kali ke gedung itu sebenarnya, di depannya ada tertulis “Societeit de Harmonie”. Entah ini agak kebelanda-belandaan, atau agak keperancis-perancisan. Biarlah para pecinta seni yang kritis soal ini. Saya hanya menyukai acaranya.

Continue reading Imagining The Future

Ngantuk

Apa pasal tiba-tiba menulis soal ngantuk. Karena saat menulis draft postingan ini, saya sedang ngantuk. Ngantuk berat. Memang, kalau sudah laptopan seperti ini dan waktu indonesia tengah sudah menunjukkan jam tidur, apalagi sambil membaca jurnal dengan bahasa yang kurang saya mengerti, ngantuk dengan mudahnya menyerang.

Lalu bagaimana caranya untuk menghilangkan ngantuk. Kira-kira begini tipsnya… Perhatikan… Tatap mata saya…

Continue reading Ngantuk

Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(Sapardi Djoko Damono)

Umar – Peracik Kopi

Dimulai sejak beroperasi di atas got (baca:parit), sampai Warkop Mappanyukki semakin besar dan pindah berjualan di rumah toko guna menampung lebih banyak pelanggan. Dalam perjalanan sukses warkop tersebut, ada sumber daya kunci di situ – Umar – sang peracik kopi. Dia termasuk orang yang sabar, suka tersenyum pada pelanggan, dan rajin sembahyang. Kalau azan sudah berkumandang, dia beranjak ke masjid samping Bank Sulselbar.

Continue reading Umar – Peracik Kopi