Flash Optional untuk Fujifilm X100T

Bagi yang sudah memiliki Fujifilm X100T pastinya lebih dari cukup untuk dibawa jalan. Reduksi noise pada ISO sangat tinggi dan lensa permanen 23mm f/2 membuat kamera ini masih tergolong baik dalam kondisi lowlight, sangat bisa diandalkan. Namun karena kamera ini tergolong kamera serius (menurut saya, serius kalau seseorang bersedia membeli kamera yang lensanya tidak bisa ngezoom dan diganti-ganti), bagi yang suka motret tetap saja membutuhkan flash optional untuk menyempurnakan hasil foto. Nah ini dia Fujifilm X100T dan flash optional yang saya gunakan.

Nissin Di622!

Sebenarnya flash ini saya pakai waktu saya masih menggunakan Nikon D90 yang klasik dan cepat. Namun karena D90 sudah laku, maka flash ini cukup lama menganggur, sayang kalau dijual karena harganya sangat rendah. Barunya saja waktu itu cuma Rp 1.100.000,- (eh, itu tergolong murah kalau dibanding flash OEM Nikon yang harganya di atas 3 jutaan lho…). Dan untuk kelas flash third party dengan harga murah, kemampuan sapuan cahaya Nissin Di622 bagi saya tidak perlu diragukan lagi. Rata! (bukan promosi ya…). Kekurangannya, beban handheld jadi lebih berat, secara flash ini lumayan besar.

Beruntung sewaktu memiliki Fujifilm X-100T ternyata cocok dengan flash ini. Tidak sia-sia menyimpannya. Hehe… Contoh foto menyusul ya…, belum sempat upload.

Catatan: Sudah dicoba pada Nissin Di622 for Nikon. Kalau for Canon belum tahu kompatibel atau tidak.

MENGATASI XIAOMI REDMI 2 PRIME HILANG SINYAL

Kejadian baru-baru ini mengagetkan saya. Haiks… Saya mengupdate HP Xiaomi Redmi 2 Prime saya dari MIUI versi 6 ke MIUI versi 7. Hasilnya, SINYAL HILANG!

Panik, buka laptop, lalu browsing. Alhamdulillah cara mengatasinya ketemu. Mudah-mudahan melalui blog ini Brizki juga bisa sharing mengenai cara mengatasi Redmi 2 Prime yang hilang sinyal.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa Tipe HP Xiaomi yang Brizki gunakan seperti pada gambar di bawah ini.

sistem update

Oke, berikut langkah-langkah dalam mengatasi Redmi 2 Prime yang hilang sinyal.

  • Install MIUI ROM Flashing pada PC atau Laptop. Jika belum punya download di sini.
  • Download Modem Redmi 2 Prime HM2014813 di sini.
  • Jika Anda menggunakan Windows 32 bit, copy Modem Redmi 2 Prime HM2014813 dan paste ke folder C:\Program Files\Xiaomi\MiPhone\Google\Android
  • Jika Anda menggunakan Windows 64 bit, copy Modem Redmi 2 Prime HM2014813 dan paste ke folder C:\Program Files (x86)\Xiaomi\MiPhone\Google\Android
  • Buka HP Xiaomi Redmi 2 Prime Anda. Pilih Setting > About Phone > Klik MIUI Version sampai muncul tulisan “No need, you are already a developer” seperti pada gambar di bawah.

taptap

 

  • Jika sudah selesai selanjutnya pilih Setting > Additional Setting > Developer Options > lalu aktifkan Developer Options, USB Debugging dan Fastboot Mode seperti gambar di bawah.

USB debug

 

  • Matikan ponsel Xiaomi Redmi 2 Prime Anda.
  • Hidupkan kembali ponsel melalui mode Fastboot. Caranya, tekan tombol power dan volume down secara bersamaan.
  • Sambungkan HP Xiaomi Redmi 2 Prime Anda ke PC atau Laptop menggunakan kabel data USB original dari Xiaomi Redmi 2 Prime. (Ingat, kabel data USB original dari Xiaomi Redmi 2 Prime)
  • Buka C:\Program Files\Xiaomi\MiPhone\Google\Android (pada Windows 32 bit) atau C:\Program Files (x86)\Xiaomi\MiPhone\Google\Android (pada Windows 64 bit)
  • Tekan “shift” sambil “klik kanan” seperti pada gambar di bawah.

klik kanan

  • Akan muncul Command Page seperti gambar di bawah ini.

command

  • Ketik fastboot flash modem NON-HLOS.bin lalu tekan enter, seperti gambar di atas.
  • Tunggu beberapa detik. Jika sudah selesai ketik fastboot reboot, lalu tekan enter.
  • HP Xiaomi Redmi 2 Prime Anda akan melakukan reboot secara otomatis dan sinyal akan muncul kembali.

update selesai

 

Demikian langkah-langkah dalam mengatasi Xiaomi Redmi 2 Prime yang hilang sinyal karena melakukan Update Versi MIUI. Selamat mencoba.

TARGET

Berbeda dengan yang lalu, kali ini saya memilih yang gesit dan lincah ketimbang yang montok (soal montok baca di sini). Honda Brio…

Mobil murah, begitulah. Harga, ukuran, dan kapasistasnya yang minimalis, cocok untuk keluarga minimalis dengan penghasilan minimalis 😀 Meskipun mobil ini tergolong mobil Low Cost Green Car (LCGC), dikenal sangat irit bahan bakar karena hanya memiliki mesin dengan kapasitas 1200 cc, tapi jangan salah, di kelasnya, mobil ini dianggap powerfull. Saya sudah pernah mencobanya, kencang waktu masuk tol, handling dan kaki-kakinya mantap…tap…tap…

Berikut spesifikasi utama yang saya temukan di internet tentang mobil produk Honda yang menjadi incaran saya.

brio

 

  • Mesin 1.2 L i-VTEC (pastinya irit)
  • Transmisi : Manual / Automatic (prefer ke manual)
  • Sistem kemudi : Rack & Pinion with Electric Powersteering (ini yang bikin handling mantap)
  • Suspensi : MacPherson Strut & H-Shape Torsion Beam (ini yang bikin empuk)
  • Sistem Rem : ABS +EBD (tdk bikin kaget kalau ngerem mendadak)
  • Fitur keselamatan : Side Impact Beam, Pedestrian Protection & Dual SRS Airbag (safe kan?)
  • Warna : Alabaster Silver Metalic, Rallye Red, Crystal Black Pearl (incaran saya ini…), Taffeta White, Polished Metal Metallic dan Sunset Orange II

Nah… begitulah sekilas tentang mobil idaman saya… Mudah-mudahan beberapa minggu yang akan datang sudah bisa parkir di rumah 😀

SELAMAT TINGGAL SITI SAYANG

Sungguh, dia begitu “montok”, meskipun beberapa orang melihat bodinya “aneh”, tapi saya menganggapnya “eksklusif”….

Honda New City i-DSI A/T 1.5

Barangkali mobil ini merupakan salah satu mobil Automatic Transmission yang bisa dibilang sangat hemat. Uniknya, Anda akan menemukan 8 busi pada mesin 4 silinder yang memiliki kapasitas 1.497. Menurut berbagai website yang ada, hal inilah yang membuat New City versi i-DSI ini sangat irit dalam mengkonsumsi bahan bakar. Meskipun tarikan awalnya lambat jika dibandingkan versi V-Tec, namun tenaganya sama pada saat pendakian maupun kecepatan tinggi.

IMG_0351

Transmisinya sebenarnya bukan Automatic, tetapi berjenis Triptonic dengan 7 Speed Automatic with Steermatic Mode & Continuosly Variable Tramsmission (CVT). Transmisinya begitu mulus, ada yang mengklaim mirip transmisi mobil F1, saya suka! Penggunanya bahkan tidak merasakan hentakan pada saat mobil ini memindahkan gear secara otomatis, meskipun demikian transmisinya tergolong rewel dan pemiliknya harus rajin ganti oli transmisi, karena jika tidak, pemiliknya akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perbaikannya.

Pada sistem kemudi mobil ini juga dibekali Rack & Pinion with Electric Power Steering (EPS) yang masih banyak digunakan oleh mobil generasi terbaru, lembut dan ringan untuk dibanting waktu kendaraan berhenti atau melaju dengan lambat, tetapi akan terasa berat saat mobil melaju dengan kencang. Ini untuk safe sebenarnya, bisa dibayangkan jika sedang dalam kecepatan tinggi lalu kita membanting stir!

Itu masa lalu. Mobil kesayangan ini sudah terjual dan laku… Saya baru menggunakannya setahun, tapi usianya sudah mencapai 12 tahun pada Agustus 2015 yang lalu. Terima kasih kepada Mr. Nice Guy yang sudah menghargai mobil ini cukup tinggi.

Selamat tinggal City sayang…

G7

Akhirnya bisa memotret lagi… yeah…

Beberapa bulan belakangan ini saya memang agak galau kalau sedang jalan. Tadinya saya kira memakai HP untuk memotret tetap menyenangkan, tapi point and shot saja tidak cukup. Saya agak bingung kalau sudah ketemu air terjun atau night view yang bagus.

G7

Akhirnya saya menemukan G7… meskipun sudah terbiasa memakai Nikxx, tapi untuk kelas prosumer ini pilihan saya jatuh ke Canxx. Kebetulan menemukan kamera bekas yang simpel, mudah dibawa kemana-mana, tidak perlu membawa 2 tas dalam perjalanan, bisa dikantongi, dan fungsi sama dengan SLR, jadi bisa tetap berkreasi.

Alhamdulillah, mudah-mudahan di tahun 2016 ini bisa berlatih lagi dan mengumpulkan stok foto sebanyak-banyaknya.